tips photography memotret bokeh

 tutorial

tips photography memotret bokeh

Bokeh dalam isitilah photograpy merupakan bagian tak fokus dari sebuah gambar, bagian yang tidak focus tersebut bersifat blur hingga menampilkan bulatan-bulatan cahaya berwarna-warni. Bokeh sebenarnya merupakan kualitas estetika dari bluring atau bagian dari bluring itu sendiri. Jika pada bluring biasa, kita masih bisa melihat bentuk objek, maka dalam sebuah foto bokeh bagian yang blur tersebut sudah tak tampak bentuk aslinya sehingga hanya menyisakan bentuk bulatan-bulatan saja.

Untuk menghasilkan foto bokeh ada beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah ukuran lensanya. Jadi jika kamu bertanya apakah kamera kamu bisa digunakan untuk memotret bokeh? atau apakah smartphone bisa meotret bokeh? mari kita bahas apa saja faktor-faktor yang bisa menghasilkan foto bokeh.

Tips photography memotret bokeh untuk DSLR dan smartphone

Tips photography memotret bokeh untuk DSLR dan smartphone

1. Aperture

Aperture adalah ukuran bukaan lensa. Aperture ini biasanya dilambangkan atau ditandai dengan symbol ƒ atau huruf f kecil. Semakin besar bukaan lensa maka semakin kecil nomor f nya. Contoh f/1.8 bukaan lensanya lebih besar daripada ƒ/3.1. Untuk menandai ukuran aperture sebuah lensa biasanya disebutkan berapa maksimal ukuran aperturenya, misalnya F:55mm-200mm ƒ/1.8. Baik lensa kamera DSLR maupun lensa kamera smartphone pada saat ini biasanya akan disebutkan berapa ukuran aperturenya.

Nah untuk menghasilkan foto bokeh, kita disarankan untuk menggunakan aperture yang besar, biasanya dikisaran ƒ/2.4 sampai ƒ/1.8. Untuk smartphone high-end biasanya terdapat settingan manual yang dapat mengatur bukaan lensa, shutter speed, exposure, iso, hingga manual focus. Untuk saat ini kamera smartphone pun telah banyak yang memiliki aperture besar seperti pada iphone 7 dengan ƒ/1.8 atau samsung galaxy S7 dengan ƒ/1.7.

 

 

2. Depth of Field

Depth of field adalah ukuran seberapa sempit atau lebarnya sebuah titik fokus. Contohnya ketika kita memotret pemandangan maka kita harus memotret objek dengan depth of field (DOF) yang lebar sehingga semua bagian gambar terlihat fokus. Sedangkan untuk membuat foto bokeh kita harus membuat depth of filed yang lebih sempit agar background menjadi blur. Ketika kamu misalnya memotret seseorang dengan background pemandangan, maka buatlah depth of field yang sempit dengan hanya memfokuskan lensa kamera ke orang tersebut dan membiarkan backgroundnya menjadi terlihat blur.

 

3. Gunakan F number (Focal lenght) tepanjang

Jika aperture ditandai dengan ƒ maka Focal lenght ditandai dengan huruf F besar. Focal lenght itu fungsinya sama dengan zooming, maka semakin panjang objek akan terasa semakin dekat. Jika kamu memiliki lensa dengan F number 50mm – 200mm, maka gunakanlah ukuran maksimalnya yaitu 200mm. Namun jika ternyata dengan F number maksimal objek menjadi terlalu dekat, maka gunakanlah ukuran terpanjang yang bisa digunakan.

 

 

4. Close-up

Semakin dekat objek utama, maka akan semakin blur objek backgroundnya. Sehingga kita bisa mendekati objek dengan kamera. Untuk membantu menghasilkan foto bokeh kita juga bisa menggunakan mode close-up yang biasanya tersedia diberbagai kamera termasuk kamera smartphone. Coba kamu potret telunjuk, dengan jarak dekat, maka background bagian belakangnya akan semakin blur dan bokeh.

cara menghasilkan foto bokeh

Dengan 4 cara tersebut di atas kita telah bisa menghasilkan foto bokeh. Kamu juga bisa mengatur semuanya dengan ketentuan-ketentuan tersebut di atas untuk menghasilkan foto bokeh seperti yang kamu inginkan. Kita juga bisa mengexplorer bokeh dengan hasil yang lebih menarik seperti menghasilkan bokeh dengan bentuk love atau bintang, bagaimana caranya? kita akan bahas di artikel selanjutnya jadi jangan lupa untuk selalu mengunjungi photography.id untuk mendapatkan tips menarik lainnya.